Konstruksi Baja Ringan Disenangi

Posted by: GIGASTEEL Comments: 0 0 Post Date: 10 April 2019

Konstruksi Baja Ringan – Puluhan tahunan dunia arsitektur sudah mulai melirik bisnis properti, disamping banyak untungnya juga peminatnya tidak pernah sepi. Wajar jika tanah sawah dianggap tidak produktif lalu didaratkan, kemudian dikapling untuk usaha properti atau perumahan.
konstruksi baja ringan

Bahkan Pemerintah pun memiliki program kepemilikan hunian bagi mereka yang jadi PNS, Tentara/Polisi dan juga keluarga miskin agar memperoleh rumah yang layak huni. Bahkan program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) pun dibuat dengan konsep minimalis, cepat terbangun, dan kuat kualitas bangunannya.

Dunia kontruksi karena diminta oleh Pemerintah agar tidak menggunakan kontruksi kayu secara keseluruhan dalam bangunanya, harus mencari alternatif dengan kontruksi bangunan dengan rangka rangka beton, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi tindakan illegal loging kayu yang ada di hutan, karena dikhawatirkan akan membahayakakan ekosistem dan juga menyebabkan bencana longsor dan juga banjir bandang. Butuh waktu puluhan tangun bahkan ratusan tahun agar kembali normal kembali agar hutan berubah menjadi hutan lindung. Semakin rakus manusia dalam memanfaatkan kayu maka semakin terancam lingkungan hutan yang ada. Ini sudah hukum alam tentunya.

Konstruksi rangka atap baja ringan menjadi solusi bagi dunia kontruksi mungkin karena keunggulan terhadap pengaruh cuaca dan rayap termasuk cepat dalam pengerjaanya, sehingga efisiensi biaya tukang bisa terkurangi. Sisi yang lain konstruksi rangka atap baja ringan bisa dijadikan alternatif di tengah masih banyaknya orang yang menggunakan material lain, seperti kayu dan beton. Namun, bila melihat material kayu yang terancam hancur termakan usia apalagi harga material ini meroket seiring dengan meningginya permintaan yang tidak diimbangi stok yang mencukupi, material ini menjadi pilihan yang paling tepat untuk dijadikan atap rumah, ataupun bangunan lain seperti lapangan futsal, ruko, pabrik hingga gudang.

Seiring dengan itu, penggunaan kayu sudah tidak lagi relevan. Baja, sebagai material pengganti, memiliki ciri khusus yang tidak dimiliki material kayu. Baja memiliki permukaan halus dan ketebalannya jauh lebih tipis. Meskipun demikian, tipisnya baja tetap menampilkan kekuatan yang sama dengan baja konvensional, bahkan lebih kuat ketimbang kayu.

Di lapangan, kegiatan yang dilakukan hanyalah pemasangan, sedangkan tahap pemotongan dilakukan di bengkel. Proses ini jelas mempersingkat waktu pengerjaan. Sehingga, bagi orang yang sedang membangun rumah, penggunaan jenis baja ini akan sangat menghemat dana yang harus dikeluarkan. Pengerjaan ini sangat praktis dan dilakukan oleh orang yang telah ahli dibidangnya.

Lebih dari itu, material baja sangat tahan lama dibandingkan dengan kayu. Mereka tahan terhadap serangan rayap dan minim perawatan. Kayu, di sisi lain, tidak tahan rayap dan memerlukan perawatan ekstra. Tidak hanya itu, bahan bangunan ini juga tahan terhadap segala kondisi cuaca, baik panas, dingin ataupun hujan. Tidak akan terjadi korosi meskipun dipasang di daerah pesisir yang berair garam sehingga bangunan akan kokoh dalam jangka waktu yang sangat lama.

Baja memiliki kemampuan duktilitas tinggi yang berupa system yang terintegrasi sehingga dapat mencegah ambruknya bangunan secara tiba-tiba bila terjadi goncangan yang hebat seperti pada saat gempa. Bahan bangunan ini juga memiliki proteksi terhadap api sehingga mampu menahan menjalarnya api pada saat kebakaran.

Pesannya adalah berbagai jenis dan ukuran baja ringan. Bagi yang ingin menggunakan material ini untuk rangka atau sebaiknya memiliki jenis dan ukuran yang tepat untuk atap mereka. Harga yang ditawarkan cukup bervariasi tergantung dari jenis baja tersebut. Dengan kelebihan yang dimilikinya, rumah akan lebih baik jika menggunakan konstruksi atap baja ringan.

Sumber Google

Please follow and like us:
error

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

Follow by Email
Facebook
Facebook
WhatsApp Kontak Kami